CARA DOWNLOAD : SETELAH MASUK KE ADF.LY TUNGGU 5 DETIK DI POJOK KANAN ATAS AKAN MUNCUL SKIP AD... KLIK ITU DAN AKAN MEMBAWA ANDA KE LINK DOWNLOAD
'

Apa Yang Anda Suka....!!!

TIPS MEMELIHARA 9 HEWAN KESAYANGAN


TIPS  MEMELIHARA 9 HEWAN KESAYANGAN

a.                  Anjing
-         Ciri-ciri anjing yang baik dan sehat :
1.      Bulu-bulunya bersih, mengilap, tidak kusam, dan tidak kusut
2.      Punggungnya tidak melengkung
3.      Gigi atas, gigi bawah ketika dikatupkan seperti gunting yang dikatupkan
4.      Tidak terlihat murung, menggigil dan meringkuk ketakutan di pojok kandang.
5.      Tidak memakan kotorannya sendiri
-         Saat membeli anakan anjing yang tepat sebaiknya pilih yang berumur antara 1 – 6 bulan, supaya tidak melolong-melolong saat malam hari.
-         Yang harus dilakukan ketika anak anjing sering melolong pada malam hari yaitu gunakan selimut yang digunakan untuk alas tidur indukan anjing supaya anakan anjing terasa nyaman karena selimut yang digunakan selimut bekas induknya.
-         Alas tidur yang baik untuk anjing yaitu alas tidur yang hangat
-         Kebutuhan pangan anjing dapat dipenuhi berdasarkan usia dan aktivitas anjing.
-         Cara memandikan anjing yang benar :
1.      Sisir bulu anjing agar bulu tua dan kusut terlepas.
2.      Tutup lubang telinga dengan kapas, lalu lipat kedua telinganya ke bawah
3.      Usapkan sampo sedikit demi sedikit ke tubuhnya mulai dari kepala hingga ekor.
4.      Bilas dengan air hangat
5.      Keringkan bulu-bulu anjing menggunakan handuk lalu menggunakan pengering rambut.
6.      Lalu menggunakan pengering rambut

-         Cara melatih anjing penjaga agar memahami perintah adalah :
1.      Perintah yang diberikan kepada anjing harus tegas dan jelas
2.      Perintah dapat berupa isyarat, gerakan tangan dan perkataan.
3.      Hindari memarahi anjing dengan kasar dan menjerit bila anjing terus-menerus melakukan kesalahan.
-         Ketika anjing sakit dapat di obati dengan membawa anjing ke dokter hewan atau memberi obat di petshop atau klinik hewan.

b.                  Kucing
-         Tip untuk menjaga daya tahan tubuh kucing :
1.      Beri vaksinasi
2.      Memperhatikan daya tampung kucing dalam I kandang
-         Cara memandikan kucing dengan baik adalah :
1.      Sediakan sampo, handuk, serta ember yang cukup lebar dan dalam.
2.      Pegang kucing dengan posisi membelakangi wajah anda
3.      Siram tubuh kucing mulai dari bahu sampai ke seluruh tubuh
4.      Bilas dengan air hingga seluruh tubuhnya bersih.
5.      Keringkan kucing dengan handuk besar
-         Kebiasaan menggaruk pada kucing dapat dilakukan dengan menyediakan sepotong kayu lunak kemudian lilit dengan tali dari sabut atau tutupi dengan karpet.
-         Membuat kucing tertib buang kotoran dengan cara menyediakan peluit, jika kucing sedang atau akan buang air kecil, berikan peringatan dengan menggunakan peluit.



c.                   Kelinci
-         Merawat anakan kelinci dapat dilakukan dengan :
1.      Jangan memberikan sayuran yang masih segar (dari kulkas)
2.      Jangan membiarkan kelinci berada di luar kandang tanpa pengawasan
3.      Bersihkan kandang minimal 1 x seminggu
4.      Ajak kelinci bermain di luar kandang minimal 2 x seminggu
-         Yang harus dilakukan ketika kelinci mengalami sembelit adalah dengan memberi air minum sebanyak-banyaknya serta sediakan pakan berupa hijauan, sayuran, dan buah-buahan.
-         Cara mengatur kelinci agar tertib buang kotoran adalah dengan memberikan toilet khusus kelinci.

d.                  Hamster
-         Tips membeli hamster
1.      Tentukan jenis yang akan dibeli.
2.      Pahami jenis pakannya
3.      Pilih hamster yang tidak cacat
4.      Bulunya bersih dan kering dibagian ekornya
5.      Saat berlari sangat cepat dan saat berjalan langkahnya baik.
-         Menjinakkan hamster dengan cara memberi makan langsung dengan tangan
-         Yang menyebabkan kerontokan bulu hamster adalah :
1.      Usia
2.      Alergi
3.      Kekurang vitamin
4.      Kutu

e.                  Burung
-         Tip dalam menjaga kesehatan fisik burung adalah
1.      Berikan pakan burung sesuai jadwal waktunya
2.      Mandikan burung sesuai dengan pola waktu yang telah ditentukan
3.      Jemur burung secara rutin dan berkala
4.      Konsisten terhadap voor
-         Tip memberi makanan tambahan bagi burung :
1.      Burung dengan makanan utama serangga memerlukan tambahan vitamin secara rutin.
2.      Burung dengan pakan utama buah memerlukan tambahan berupa serangga.

f.                    Iguana
-         Tip saat memilih dan membeli iguana yaitu dengan memastikan kalau iguana sehat dan aktif
-         Cara menjinakkan iguana adalah hindari tingkah laku yang dapat mengintimidasi iguana peliharaan anda
-         Pakan yang cocok untuk iguana adalah sayuran dan buahan.

g.                  Ular
-         Tip saat memilih dan membeli ular untuk pelihara adalah :
1.      Pastikan ular mau makan dan terlihat aktif
2.      Pastikan ular tidak terlihat dihinggapi parasit, seperti kutu.
3.      Pilih yang CB (ternakan)
4.      Kulit ular biasanya halus dan tidak terdapat luka
5.      Mulut ular harus selalu tertutup rapat.
-         Pakar untuk ular yaitu daging ayam atau bebek, tikus putih, hamster, kelinci, dan tupai.
-         Cara mengenali dan menangani ular yang akan berganti kulit yaitu dapat dilihat dari fisiknya, seperti warna kulitnya pudar, kusam, dan kering.

h.                  Tokek
-         Makanan yang baik untuk tokek adalah jangkrik.
-         Cara mencerahkan warna tokek adalah dengan memberikan jangkrik dan wortel secukupnya sebagai makanan tambahan.
-         Jika tangan di gigit tokek antisipasi yang dilakukan yaitu menyiram mulut tokek dengan air hangat
-         Penyakit yang bisa menyerang tokek yaitu infeksi kulit, infeksi mata, dan sesak napas.

i.                    Kura-Kura
-         Kegunaan berjemur bagi kesehatan kura-kura yaitu untuk membantu metabolisme tubuhnya.
-         Pakan yang biasa digunakan untuk makan kura-kura yaitu bunga kembang sepatu, wortel, kumak, dan tanaman air untuk kura-kura herbivora, sedangkan untuk kura-kura karnivora pakannya yaitu serangga, cacing, dan ikan. 

Perang Irak VS Iran

Perang Irak-Iran (1980-1988)
 Timur Tengah bisa dibilang sebagai "tanah penuh anugerah & bencana". Alasannya jelas, mayoritas wilayah Timur Tengah memiliki kandungan minyak di dalamnya yang bernilai tinggi & berguna untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dunia. Selain itu, secara geografis letak Timur Tengah juga sangat strategis karena terletak di antara 3 benua utama : Eropa, Asia, & Afrika. Di sisi lain, "berkah" dari Timur Tengah juga menyebabkan daerah ini penuh pergolakan karena benturan kepentingan & iming-iming kekayaan. Salah satu dari sekian banyak konflik di Timur Tengah itu adalah Perang Irak-Iran.
Perang Irak-Iran (dikenal juga dengan nama Perang Teluk I untuk membedakannya dengan perang tahun 1990 ketika Irak menyerbu Kuwait) adalah perang yang berlangsung pada tahun 1980-1988 antara Irak melawan Iran. Baik Irak maupun Iran sama-sama mengklaim kemenangan dalam perang tersebut di mana pada awalnya Irak melakukan penyerbuan ke wilayah Iran, namun kemudian Irak berhasil dipukul mundur & selanjutnya Iran yang berbalik menyerbu wilayah Irak sebelum PBB menyerukan gencatan senjata. Perang tersebut bisa dibilang merupakan salah satu perang modern paling berdarah di Timur Tengah di mana jumlah korban tewas mencapai 1 juta jiwa lebih & mayoritasnya merupakan warga Iran.


Latar Belakang
Ada beberapa hal yang disebut-sebut memicu meletusnya perang antara Irak melawan Iran di mana hal-hal tersebut menyangkut berbagai aspek, utamanya aspek politik & sektarian :

1.      Sengketa Atas Shatt al-Arab & Khuzestan
Shatt al-Arab adalah sungai sepanjang 200 km yang terbentuk dari pertemuan Sungai Efrat & Tigris di kota Al-Qurnah, Irak selatan, di mana bagian akhir dari sungai yang mengarah ke Teluk Persia tersebut terletak di perbatasan Irak & Iran. Sungai tersebut utamanya penting bagi Irak karena merupakan satu-satunya jalan keluar negara tersebut ke laut.
Karena letaknya yang berada di perbatasan & posisi strategisnya yang mengarah ke Teluk Persia, sungai tersebut menjadi bahan sengketa Irak & Iran. Sebelum perang antara kedua meletus, sejak tahun 1975 sungai tersebut menjadi milik kedua negara di mana batasnya adalah pada titik terendah sungai berdasarkan kesepakatan yang dikenal sebagai Persetujuan Aljier (Algier Accord).
Wilayah lain yang menjadi sengketa kedua negara adalah provinsi Khuzestan yang kaya minyak. Wilayah tersebut selama ini menjadi wilayah Iran, namun sejak tahun 1969 Irak mengklaim bahwa Khuzestan berada di tanah Irak & wilayah tersebut diserahkan ke Iran ketika Irak dijajah oleh Inggris. Lebih lanjut, stasiun TV milik Irak bahkan memasukkan Khuzestan sebagai wilayah Irak & menyerukan warga Arab di sana untuk memberontak melawan Iran.

2.      Munculnya Revolusi Islam di Iran
Tahun 1979 merupakan tahun terpenting dalam sejarah Iran modern hingga menjadi seperti Iran sekarang. Di tahun itu, terjadi revolusi pemerintahan di mana rezim kerajaan Pahlevi - yang dianggap sebagai rezim boneka AS - tumbang & digantikan oleh sistem republik Islam. Pasca revolusi tersebut, muncul kekhawatiran di kalangan nasionalis Arab & muslim Sunni bahwa revolusi tersebut akan menyebar ke negara-negara Arab di sekitarnya. Kekhawatiran terbesar terutama datang dari Irak yang wilayahnya memang bersebelahan dengan Iran & memiliki minoritas Syiah di wilayahnya.
Ayatullah Khomeini, pemimpin revolusi Islam di Iran, memang memiliki impian untuk menyebarkan pengaruh revolusinya ke negara-negara Arab lainnya. Pertengahan tahun 1980, Khomeini menyebut bahwa pemerintahan sekuler Irak adalah pemerintahan "boneka setan" & masyarakat muslim di Irak sebaiknya bersatu untuk mewujudkan revolusi Islam seperti di Iran. Pernyataan Khomeini tersebut sekaligus sebagai respon dari pernyataan Saddam pasca revolusi Islam Iran yang menyatakan bahwa bangsa Persia (Iran) tidak akan berhasil membalas dendam kepada bangsa Arab sejak Pertempuran al-Qadisiyyah, pertempuran pada abad ke-7 yang dimenangkan oleh bangsa Arab sekaligus menumbangkan Kerajaan Persia kuno.

Tahun 1980-1982 : Penyerbuan oleh Irak
Ada 2 objektif Irak dalam serangannya ke Iran : menguasai wilayah-wilayah strategis serta kaya minyak di Iran & mencegah tersebarnya revolusi Islam di wilayah tersebut. Dalam serangannya, Irak menginginkan kemenangan cepat atas Iran dengan memanfaatkan situasi internal Iran yang masih belum stabil pasca revolusi Islam. Irak juga berharap bahwa masyarakat di Iran akan menyalahkan pemerintahan baru Iran & kemudian sebagian dari mereka - terutama dari golongan Arab Sunni - akan membelot kepada Irak.

Tahun 1980-1982 : Penyerbuan oleh Irak
Ada 2 objektif Irak dalam serangannya ke Iran : menguasai wilayah-wilayah strategis serta kaya minyak di Iran & mencegah tersebarnya revolusi Islam di wilayah tersebut. Dalam serangannya, Irak menginginkan kemenangan cepat atas Iran dengan memanfaatkan situasi internal Iran yang masih belum stabil pasca revolusi Islam. Irak juga berharap bahwa masyarakat di Iran akan menyalahkan pemerintahan baru Iran & kemudian sebagian dari mereka - terutama dari golongan Arab Sunni - akan membelot kepada Irak.
Tanggal 22 September 1980, jet-jet tempur Irak menyerang 10 pangkalan udara milik Iran dengan tujuan menghancurkan pesawat tempur Iran di darat, taktik yang dipelajari dari kemenangan Israel atas Arab dalam Perang 6 Hari. Serangan dari pasukan udara Irak berhasil menghancurkan gudang amunisi & jalur transportasi darat, namun sebagian besar pesawat Iran tetap utuh karena terlindung dalam hanggar yang terproteksi khusus. Kegagalan Irak menghancurkan pesawat-pesawat tempur Iran dalam serangan kejutan tersebut memberi peluang bagi Iran untuk melancarkan serangan udara balasan ke Irak.
Sehari kemudian, Irak melakukan serangan darat ke wilayah Iran dari 3 front sekaligus. Inti dari serangan tersebut adalah untuk menguasai Khuzestan & Shatt al-Arab di mana 4 dari 6 divisi pasukan Irak dalam penyerbuan dikirim untuk menguasai kedua wilayah tersebut. Sisanya dipecah jadi 2 untuk menguasai front utara (Qasr-e Shirin) & front tengah (Mehran) untuk mengantisipasi serangan balik yang mungkin dilakukan oleh Iran. Hasilnya, usai serangan mendadak itu Irak berhasil menguasai wilayah Iran seluas 1.000 km persegi.
Bulan November 1980, pasukan Irak melancarkan serangan ke 2 kota penting yang strategis di Iran selatan, Shabadan & Khorramshahr. Dalam penyerbuannya itu, pasukan Irak mendapat perlawanan sengit dari pasukan Pasadan (Garda Revolusi) Iran. Kedua kota tersebut akhirnya berhasil dikuasai Irak pada tanggal 10 November 1980. Tercatat belasan ribu pasukan dari kedua kubu terbunuh dalam pertempuran di kedua kota tersebut. Keberhasilan Irak menguasai kedua kota tersebut sekaligus menjadi keberhasilan terakhir Irak mencaplok wilayah mayor dari Iran.
Iran yang tertekan sempat berusaha melakukan serangan balasan kepada Irak pada awal tahun 1981, namun gagal karena presiden Iran, Bani Sadr, nekat memimpin langsung pasukan reguler Iran sekalipun dia hanya memiliki pengetahuan militer yang minim. Ia mengirimkan 3 resimen pasukan reguler tanpa didukung oleh Pasadar & tidak memperhitungkan waktu serangan di waktu hujan yang bakal menyulitkan suplai logistik. Akibatnya, pasukan Iran dikepung pasukan Irak & banyak dari kendaraan lapis baja Iran yang hancur atau perlu ditinggalkan karena terjebak dalam lumpur.
Serangan balasan Iran yang jauh lebih efektif sebenarnya sudah dilakukan beberapa hari sejak Irak pertama kali membombardir pangkalan udara milik Iran. Pesawat-pesawat F-4 milik Iran melakukan serangan ke wilayah Irak & secara efektif berhasil melumpuhkan sejumlah titik penting di Irak. Keberhasilan tersebut membuat pasukan udara Iran terlihat lebih superior dibanding pasukan udara Irak. Namun, kurangnya amunisi & suku cadang yang hanya bisa didapatkan dari AS - mantan sekutu Iran yang berbalik memusuhi mereka pasca revolusi Islam - membuat Iran lebih banyak memakai helikopter yang dipasangi persenjataan darat sebagai pendukung dari udara (aerial support).

Tahun 1982 : Titik Balik & Mundurnya Irak
Pasukan Irak dalam serangan kilatnya berhasil memanfaatkan momentum lemahnya koordinasi pasukan Iran & problem alutsista milik Iran sehingga para pengamat yakin bahwa perang akan segera berakhir dengan kemenangan Irak hanya dalam waktu beberapa minggu. Plus, Irak memang berhasil menguasai wilayah-wilayah strategis Iran dalam serangannya itu. Namun, Iran enggan menyerah begitu saja & dalam perkembangannya berhasil memukul balik Irak.
Problem bagi Iran dalam perang adalah dari segi alutsista atau persenjataan, mereka kalah superior dibanding Irak yang saat itu memang merupakan salah satu negara dengan kekuatan militer terbaik di Timur Tengah selain Israel. Untuk mengantisipasinya, sejak perang meletus Iran merekrut ratusan ribu milisi sukarela yang disebut Basij (Tentara Rakyat). Basij tidak memiliki pengalaman militer & persenjataan yang memadai, namun mereka memiliki keyakinan sangat tinggi akan ideologi religiusnya & tidak segan-segan melakukan tindakan berani mati semisal menerobos ladang ranjau atau area yang dihujani tembakan artileri musuh saat diperintahkan.
Pasukan Irak di wilayah Iran dalam perkembangannya tidak bisa bergerak lebih jauh lagi sejak bulan Maret 1981 setelah pasukan mereka dikalahkan oleh milisi Basij yang jumlahnya mencapai ribuan di Sungai Kanun. Sejak itu, Irak lebih banyak melakukan taktik defensif untuk mempertahankan wilayah taklukan mereka & hanya terjadi sedikit pergeseran di garis depan. Faktor utamanya adalah kesalahan prediksi di mana Irak memperkirakan warga Arab Sunni di Iran bakal membantu mereka. Namun faktanya, mereka - bersama rakyat Iran lainnya - justru bersatu & bahu-membahu melawan Irak.
Titik balik bagi Iran terjadi pada bulan Maret 1982 dalam operasi militernya di bawah kode sandi "Operasi Kemenangan yang Tak Dapat Disangkal" (Operation Undeniable Victory). Dalam operasi militer itu, pasukan gabungan Pasadan-Basij milik Iran berhasil menembus garis depan pasukan Irak yang sebelumnya dianggap tidak bisa ditembus & memecah pasukan Irak di utara & selatan Khuzestan sehingga pasukan Irak terpaksa mundur.
Bulan Mei 1982, Iran berhasil merebut kembali wilayah Khorramshahr. Dalam pertempuran di wilayah tersebut, Irak kehilangan 7.000 tentara, sementara Iran 10.000 sehingga menjadikan pertempuran itu sebagai salah satu pertempuran paling berdarah dalam inisiatif serangan balik Iran. Sejak kemenangan tersebut, Iran berganti menjadi pihak yang menekan Irak & pada bulan Juni berhasil mendapatkan kembali seluruh wilayahnya yang sebelumnya dikuasai oleh Irak.
Saddan Hussein yang melihat bahwa moral pasukannya sudah terlanjur runtuh akibat serangkaian kekalahan melawan Iran pun menyatakan akan segera menarik seluruh pasukannya dari Iran & menawarkan gencatan senjata kepada Iran. Tawaran gencatan senjata itu mencakup pembayaran ganti rugi perang sebesar 70 juta dollar AS oleh negara-negara Arab. Iran menolak tawaran gencatan senjata tersebut & menyatakan bahwa mereka akan menyerbu Irak & tidak akan berhenti sampai rezim yang berkuasa di Irak digantikan oleh rezim pemerintahan republik Islam.

Tahun 1982-1988 : Penyerbuan oleh Iran
Bulan Juli 1982, Iran melancarkan serangannya ke kota Basra, Irak, di bawah kode sandi "Operasi Ramadhan". Dalam serangan tersebut, puluhan ribu anggota Basij & Pasdaran mengorbankan diri mereka dengan berlari melewati ladang ranjau untuk memberi jalan bagi tank-tank di belakangnya di mana selain menghadapi bahaya ranjau, mereka juga dihujani tembakan artileri pasukan Irak. Irak berhasil mencegah Iran merengsek lebih jauh berkat kegtangguhan persenjataannya di garis pertahanan, namun Irak juga harus kehilangan sejumlah kecil wilayah karena dikuasai Iran.
Keberhasilan Iran memukul balik Irak & berbalik menjadi negara penyerbu membawa kekhawatiran tersendiri bagi AS yang memutuskan untuk membantu Irak sejak tahun 1982. Presiden AS Ronald Reagan menyatakan bahwa AS akan berusaha dengan cara apapun untuk mencegah Irak kalah. Bantuan AS - beserta negara-negara sekutunya - ke Irak yang diketahui mencakup bantuan teknologi, alutsista, & intelijen. Dukungan untuk Irak juga datang dari Uni Soviet & Liga Arab.
Karena keberpihakan terang-terangan AS ke Irak, maka cukup mengejutkan ketika AS diketahui juga membantu Iran dengan jalan menjual persenjataan ke Iran secara diam-diam (dikenal sebagai skandal Iran-Contra). Henry Kissinger, salah satu tokoh penting Gedung Putih, menyatakan bahwa AS merasa baik Irak & Iran sama-sama tidak boleh kalah untuk mencegah dominasi dari pihak pemenang di kawasan tersebut.
Kembali ke medan perang, Iran berpikir bahwa Irak bisa direbut dengan melacarkan serangan besar-besaran dari berbagai front. Maka pada tahun 1983, Iran melakukan 3 penyerbuan besar yang disusul 2 penyerbuan lainnya dengan mengerahkan ratusan ribu personil tentaranya. Iran sempat berhasil menembus garis pertahanan Irak, namun Irak berhasil memukul balik Iran dengan melakukan serangan udara mendadak secara besar-besaran. Hingga akhir tahun 1983, tercatat 120.000 personil Iran & 60.000 personil Irak tewas dalam peperangan.
Irak berusaha memaksa Iran menghentikan perang & menuju meja perundingan dengan berbagai cara. Di awal tahun 1984, Irak membeli sejumlah alutsista baru dari Uni Soviet & Perancis. Tak lama kemudian, Irak melakukan serangan udara ke sejumlah kota dengan persenjataan barunya itu. Irak berharap Iran merasa tertekan & kemudian menerima tawaran dari Irak untuk berunding di tempat netral, namun nyatanya Iran tetap menolak tawaran berunding dari Irak.
Iran yang kehilangan begitu banyak personilnya akibat sejumlah penyerbuan yang gagal sebelumnya belum mengendurkan serangan. Bulan Februari 1984, Iran menggelar "Operasi Fajar (Operation Dawn) 5 & 6" yang ditargetkan ke kota Kut al-Amara dengan tujuan memotong jalur perairan yang menghubungkan Baghdad & Basra. Dalam kedua operasi militer itu, Iran mengerahkan 500.000 personil Basij & Pasdaran.
Pertempuran dalam Operasi Fajar sekaligus menjadi seperti head-to-head kekuatan militer yang dominan di masing-masing negara. Iran unggul jumlah tentara tapi kekurangan alutsista pendukung macam pasukan udara & artileri, sementara Irak kalah jauh dalam hal jumlah tentara tapi unggul dalam hal alutsista. Periode antara tanggal 29 Februari hingga 1 Maret merupakan salah satu episode pertempuran terbesar dalam Perang Irak-Iran di mana dalam pertempuran itu, masing-masing pihak kehilangan 20.000 tentaranya.
Iran kembali melancarkan agresi militer antara akhir Februari hingga Maret 1984 di bawah kode sandi "Operasi Khaibar" dengan memakai sejumlah serangan pendobrak ke Kota Basra. Agresi militer tersebut berujung keberhasilan pasukan Iran merebut Pulau Majnun yang kaya minyak. Irak sempat melancarkan serangan balik untuk merebut wilayah tersebut - termasuk dengan memakai senjata kimia. Namun, pasukan Iran tetap berhasil mempertahankan pulau tersebut hingga menjelang akhir perang.
Walaupun berada pada posisi tertekan, pada tahun 1985 Irak masih sempat melakukan penyerbuan balik ke Iran dengan menyerang Tehran & kota-kota penting di Iran lainnya usai mendapatkan bantuan finansial dari negara-negara Arab sekutunya & bantuan alutsista terbaru dari Uni Soviet, Cina, & Perancis. Serangan Irak tersebut tidak membawa perubahan yang signifikan dalam arah peperangan & sekalipun wilayahnya diserang, di tahun itu Iran tetap melakukan penyerbuan ke wilayah Irak di bawah kode sandi "Operasi Badr".

Tahun 1984-1988 : Perang Tanker
Tahun 1984, Irak - yang baru mendapat bantuan pesawat tempur Super Etentard terbaru dari Perancis - melakukan operasi militer di laut mulai dari muara Shatt el-Arab hingga pelabuhan Iran di Bushehr. Target dari operasi militer tersebut adalah semua kapal yang bukan berbendera Irak di wilayah operasi militer, baik itu kapal berbendera Iran maupun kapal netral yang dari atau menuju Tehran. Tujuannya adalah untuk memblokade ekpsor minyak Iran & mempengaruhi ekonominya sehingga Iran mau berunding dengan Irak. Kebijakan militer Irak tersebut lalu mengawali babak baru dalam perang yang dikenal sebagai "perang tanker".
Jika ditelusuri, sebenarnya perang tanker sudah dimulai sejak tahun 1981 di mana pasukan laut Irak saat itu menargetkan titik-titik penting milik Iran di laut seperti pelabuhan & kilang minyak. Dalam operasi militernya di laut tersebut, Irak lebih banyak memakai angkatan udaranya untuk melakukan serangan. "Perang tanker fase I" tersebut berlangsung selama 2 tahun setelah baik Irak maupun Iran kekurangan armada kapal untuk meneruskan operasi militernya. Baru pada tahun 1984, Irak memutuskan untuk kembali melakukan operasi militer di laut sekaligus mengawali babak baru "perang tanker fase II".
Perang tanker fase II dimulai ketika Irak menyerang kapal berbendera Yunani di sebelah selatan Kepulauan Khark pada bulan Maret 1984. Iran lantas membalasnya dengan menyerang kapal-kapal berbendera Kuwait di dekat Bahrain & Arab Saudi di perairan Arab Saudi sendiri sekaligus memberi peringatan bahwa jika Irak tetap nekat melanjutkan perang tanker, tak akan ada kapal milik negara Teluk yang selamat. Suatu ancaman yang dampaknya tidak ringan karena berpotensi melumpuhkan aktivitas pengangkutan minyak mentah di kawasan tersebut.
Upaya Irak untuk memblokade jalur transportasi minyak Iran gagal melumpuhkan ekonomi Iran karena ketika Irak memblokade kawasan teluk, Iran hanya memindahkan pelabuhannya ke Kepulauan Larakdi dekat Hormuz sehingga aktivitas ekspor minyaknya relatif tidak terganggu. Di lain pihak, justru Irak yang perekonomiannya terancam setelah Suriah, sekutu Iran saat itu, memblokade pipa minyak Irak ke Mediterania sejak tahun 1982. Sebagai antisipasinya, Irak mengalihkan aktivitas ekspor minyaknya lewat Kuwait & jalur pipa minyak baru dibangun melewati Laut Merah serta Turki.

Tahun 1987-1988 : Ikut Campurnya AS
Situasi perang tanker yang semakin membabi buta karena ikut menargetkan kapal-kapal tanker dari negara-negara yang netral membuat Kuwait meminta bantuan pihak internasional pada tahun 1986. Uni Soviet adalah negara pertama yang merespon dengan mengirimkan kapal-kapal perangnya untuk mengawal kapal tanker Kuwait. Kebijakan Uni Soviet lalu diikuti oleh AS pada tahun 1987 yang sebenarnya sudah didekati Kuwait lebih dulu.
Faktor pendorong utama ikut campurnya AS dalam Perang Irak-Iran sebenarnya disebabkan karena kapal perangnya, USS Stark, ditenggelamkan oleh pesawat tempur Irak sehingga 13 awak kapalnya meninggal. Irak meminta maaf kepada AS sambil mengatakan bahwa itu adalah kecelakaan & permintaan maaf Irak diterima oleh AS. Ironisnya, sesudah insiden itu AS justru menyalahkan Iran dengan alasan Iranlah yang menyebabkan peperangan semakin berkobar. Tuduhan AS lalu diikuti tindakan AS mengirim armada lautnya untuk mengawal kapal-kapal tanker milik Kuwait yang mengibarkan bendera AS.
Tujuan utama AS dalam penerjunan armada lautnya di sekitar Teluk adalah untuk mengisolasi Iran & menjaga agar kapal-kapal bebas berlayar di sana. AS baru melancarkan serangan langsung ke Iran dengan menghancurkan kilang minyak Iran di ladang minyak Rostam setelah pasukan Iran menenggelamkan kapal tanker Kuwait berbendera AS, Sea Isle City. Setahun kemudian, tepatnya bulan April 1988, AS kembali menyerang kilang minyak & kapal-kapal perang Iran setelah kapal perangnya, USS Samuel B. Roberts, tenggelam akibat ranjau laut Iran.
Tanggal 3 Juli 1988, kapal perang AS, USS Vincennes, menembak jatuh pesawat sipil Iran sehingga seluruh penumpang & awak pesawatnya tewas. AS berdalih bahwa pasukannya salah mengira bahwa pesawat sipil tersebut adalah pesawat tempur Iran karena tidak mengidentifikasikan dirinya ke kapal perang sebagai pesawat sipil & pesawat tersebut berada di perairan umum. Klaim AS tersebut dibantah oleh Iran & sumber independen lainnya seperti bandara Dubai bahwa pesawat tersebut sudah mengidentifikasikan dirinya ke kapal AS sebagai pesawat sipil melalui radio & pesawat itu masih berada di perairan Iran.

Tahun 1988 : Gencatan Senjata & Pasca Perang
Antara bulan April hingga bulan Agustus 1988, arah pertempuran mulai kembali ke arah Irak di mana Irak berhasil meraih beberapa kemenangan penting atas Iran. Dalam pertempuran pada kurun waktu tersebut, Irak juga berhasil merebut sejumlah besar alutsista milik Iran & menguasai kembali Semenanjung Al-Faw serta Kepulauan Majnun yang kaya minyak. Perang akhirnya berakhir setelah Iran menerima Resolusi Dewan Keamanan PBB 598 & secara resmi mengakhiri perang yang sudah terjadi selama 8 tahun pada tanggal 20 Agustus 1988.
Perang Iran-Irak membawa kerugian besar bagi kedua belah pihak, baik dari segi material & korban jiwa. Jumlah kerugian material bagi masing-masing negara diperkirakan mencapai 500 juta dollar AS. Sebagai akibatnya, pembangunan ekonomi menjadi terhambat & ekspor minyak kedua negara terganggu. Jumlah kerugian lebih besar harus ditanggung Irak yang selama perang memang aktif mencari pinjaman uang untuk menambah alutsista.
Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah korban tewas dalam Perang Irak-Iran. Beberapa sumber memperkirakan bahwa jumlah korban tewas Irak mungkin mencapai 200.000 jiwa lebih, sementara Iran mencapai 1 juta jiwa sebagai akibat dari taktik militer Iran yang banyak mengorbankan tentaranya untuk berhadap-hadapan langsung dengan moncong senjata musuh. Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang meninggal kemudian akibat luka parah & penyakit, termasuk akibat penggunaan senjata kimia Irak yang berdampak jangka panjang.
Selain kerugian materi & korban jiwa, tidak ada perubahan berarti pasca perang. Wilayah-wilayah yang menjadi bahan sengketa statusnya kembali seperti sebelum perang & batas antara kedua negara juga tidak banyak berubah. Wilayah perairan Shatt al-Arab contohnya, tetap dibagi menjadi milik kedua negara dengan batasnya adalah titik terdalam pada perairan. Pasca perang, kedua negara juga melakukan normalisasi hubungan bilateral.

Isi Kandungan Surah Ali Imran Ayat 159


Isi kandungan Al-Qur’an Surah Ali Imran Ayat 159 sebagai berikut :
  1. Surah Ali Imran Ayat 159 menyebutkan tiga hal secara berurutan untuk dilakukan sebelum bermusyawarah, yaitu sebagai berikut :
1)      Bersikap lemah lembut. Orang yang melakukan musyawarah harus menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. Jika tidak,maka mitra musyawarah akan pergi menghindar.
2)      Memberi maaf dan bersedia membuka diri. Kecerahan pikiran hanya dapat hadir bersamaan dengan sirnanya kekerasan hati serta kedengkian dan dendam.
3)      Memohon ampunan Allah sebagai pengiring dalam bertekad, kemudian bertawakal kepada-Nya atas keputusan yang dicapai
  1. Yang diharapkan dari musyawarah adalah mufakat untuk kebenaran karena Nabi Muhammad saw.
  2. Di dalam bermusyawarah, kadang terjadi perselisihan pendapat atau perbedaan.

Dakwah Rasulullah Periode Madinah


DAKWAH RASULULLAH DI MADINAH

A.                 Sejarah Dakwah Rasulullah
Pada awal Nabi Muhammad hijrah sambutan orang-orang musyrik dan Yahudi atas kedatangan Nabi tidak kurang dari sambutan kaum muslimin, baik dari Muhajirin maupun di kalangan Anshar. Mereka semua mengerumuninya.
Semua ingin mengelilinginya dengan pandangan mata tentang orang yang gambarnya sudah terlukis dalam jiwa masing-masing, tentang orang yang telah membuat Ikrar Aqaba kedua, bersama-sama dengan penduduk kota ini guna melakukan perang mati-matian terhadap Quraisy, orang yang telah hijrah meninggalkan tanah airnya, berpisah dengan keluarganya memikul segala tekanan permusuhan dan tindakan kekerasan dari mereka selama tigabelas tahun terus menerus. Ini semua demi keyakinan tauhid kepada Allah, tauhid yang dasarnya adalah merenungkan alam semesta ini serta mengungkapkan hakikat yang ada dengan jalan itu.
Ketika Nabi berada di Madinah serangan dari kaum Musyrik tidaklah berhenti, ini terbukti dengan adanya beberapa perlawanan yang sering dilakukan Rasululllah terhadap kaum Musyrik.

  1. Kaum Munafik Menyakiti Rasulullah saw
Orang-orang munafik dari kabilah Aus dan Khazraj serta kaum Yahudi dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul.setelah kedatangan Islam di Madinah sebagian besar umatnya berbondong-bondong masuk Islam. Maka ia menjadi kecewa dan gusar. Maka mereka mulai melakukan tipu muslihat terhadap Islam, membolak-balik persoalan-persoalan kaum muslimin.

Artinya : “ Di antara orang Arab Baduwi yang di sekelilingimu itu, ada orang-orang munafik, dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan ke azab yang besar”. (QS. At-Taubah : 101).

  1. Orang Yahudi Menyakiti Kaum Muslimin
Peristiwa ini ketika Nabi Muhammad mencoba untuk memindahkan kiblat umat Islam dari Masjid Aqsa ke Masjidil Haram (Kabah). Banyak kaum Yahudi mencoba untuk menghalanginya yaitu orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat maksud pemindahan kiblat.

Artinya :”Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata :”Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah : Kepunyaan Allah lah Timur dan Barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.” (Al Baqarah :142).

Di waktu Nabi Muhammad saw berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyrik beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah di tengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil Kabah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat salat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan Kabah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada Tuhan. Untuk persatuan umat Islam, Allah menjadikan Kabah sebagai kiblat.

  1. Sikap Orang-Orang Arab Badui Terhadap Islam
Orang-orang Badui yang berdiam di sekitar Madinah selalu menghindar dari tanggung jawab perintah Islam. Mereka bersifat munafik terhadap perintah-perintah Islam, ini digambarkan alam firmah Allah swt, ketika perang Hudaibiyah :

Artinya : “Orang-orang Baduwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan :” Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”, mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya …”. (QS. Al-Fath : 11).

  1. Tuduhan Terhadap ‘Aisyah r.a
Berita bohong ini mengenai istri Rasulullah saw ‘Aisyah r.a. Ummul Mu’minin, sehabis perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya’ban 5 H. Peperangan ini diikuti oleh kaum munafik dan turut pula ‘Aisyah dengan Nabi berdasarkan undian diantara istri-istri beliau. Dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. ‘Aisyah keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan bahwa ‘Aisyah masih ada dalam sekedup. Setelah ‘Aisyah mengetahui, sekedupnya sudah berangkat dia duduk ditempatnya dan mengharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya. Kebetulan, lewat di tempat itu seorang sahabat Nabi, Shafwan ibnu Mu’athal, ditemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut serasa mengucapkan :”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, isteri Rasul !” ‘Aisyah terbangun. Lalu dia dipersilahkan oleh Shafwan untuk mengendarai untanya. Shafwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. Orang-orang yang melihat mereka membicarakannya menurut pendapat masing-masing. Mulailah timbul desas-desus. Kemudian kaum munafik membesar-besarkannya dengan menyebut ‘Aisyah berselingkuh dengan Shafwan, maka fitnah atas ‘Aisyah itupun bertambah luas, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin.

B.                 Strategi Dakwah Rasulullah
  1. Pembinaan Masjid dan Tempat-tempat Tinggal Nabi
Unta yang dinaiki Nabi Muhammad saw, berlutut di tempat penjemuran kurma miliki Sahl dan Suhail bin Amr. Kemudian ditempat itu dibelinya guna dipakai tempat membangun masjid. Kaum muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar ikut pula bersama-sama membangun. Selesai masjid itu dibangun, di sekitarnya di bangun pula tempat-tempat tinggal Rasul. Baik pembangunan masjid maupun tempat-tempat tinggal itu tidak sampai memaksa seseorang, karena segalanya serba sederhana, disesuaikan dengan petunjuk-petunjuk Muhammad.
Masjid itu merupakan sebuah ruangan terbuka yang luas, keempat temboknya dibuat dari batu batadan tanah. Atapnya sebagian terdiri dari daun kurma dan sebagian lagi dibiarkan terbuka, dengan salah satu bagian lagi digunakan tempat orang-orang fakir miskin yang tidak punya tempat tinggal. Tidak ada penerangan dalam masjid itu pada malam hari. Hanya pada waktu shalat Isya diadakan penerangan dengan membakar jerami. Yang demikian ini berjalan selama sembilan bulan. Sesudah itu kemudian baru mempergunakan lampu-lampu yang dipasang pada batang-batang kurma yang dijadikan penopang atas itu. Sebenarnya tempat-tempat tinggal Nabi sendiri tidak lebih mewah keadaannya daripada masjid, meskipun memang sudah sepatutnya lebih tertutup.

  1. Kebebasan Beragama Bagi Seluruh Penduduk Madinah
Ia melihat adanya suku-suku yang saling bertentangan dalam kota ini, yang di Mekah tidak dikenal. Tapi juga ia melihat kabilah-kabilah dan suku-suku itu semua merindukannya adanya suatu kehidupan yang damai dan tentram, jauh dari segala pertentangan dan kebencian, yang pada masa lampau telah memecah-belah mereka. Tujuan Rasulullah yang pertama dan yang terakhir, ia meneruskan risalah, yang penyampaiannya telah dipercayakan Allah kepadanya, dengan mengajak dan memberikan peringatan. Akan tetapi, oleh penduduk Mekah sendiri, dengan cara kekerasan risalah ini dilawan mati-matian, sejak awal kerasulannya sampai pada waktu hijrah.
Tujuan ialah memberikan ketenangan jiwa bagi mereka yang menganut ajarannya dengan jaminan kebebasan bagi mereka dalam menganut kepercayaan agama masing-masing. Baik bagi seorang Muslimin, seorang Yahudi, atau seorang Kristen masing-masing mempunyai kebebasan yang sama dalam menganut kepercayaan, kebebasan yang sama menyatakan pendapat dan kebebasan yang sama pula dalam menjalankan propanganda agama.
Dalam langkahnya Rasulullah mengadakan Ikrar Aqaba ini terjadi ketika dua belas penduduk Yathrib yang bertemu dengan Nabi di ‘Aqaba. Ditempat inilah mereka menyatakan ikrar atau janji kepada Nabi (yang kemudian dikenal dengan nama) Ikrar ‘Aqaba pertama. Mereka berikrar kepadanya untuk tidak menyekutukan Tuhan, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, tidak mengumpat dan menfitnah, baik di depannya atau di belakang.
Rasulullah berpedoman pada ayat :

Artinya :”Diijinkan (berperang) kepada mereka yang diperangi, karena mereka dianiaya, dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa menolong mereka.” (Al-Anfal :39).

Artinya :”Dan perangilah mereka supaya jangan ada lagi fitnah, dan agama seluruhnya untuk Allah.” (Al-Baqarah : 193).

            Pertimbangan Nabi Muhammad adalah menjamin kebebasan beragama dan menyatakan pendapat. Hanya untuk mempertahankan itulah perang dibenarkan, dan hanya untuk itu pula dibenarkan menangkis pihak agresor.

  1. Muhammad Mempersaudarakan Kaum Muhajirin Dengan Anshar
Untuk mencapai maksud ini diajaklah kaum Muslimin supaya masing-masing menjadi saudara, demi Allah. Dia sendiri bersaudara dengan Ali bin Abi Talib, Hamzah pamannya bersaudara dengan Zaid bekas budaknya. Abu Bakr bersaudara dengan Kharija bin Zaid. Umar Ibnul Khattab, bersaudara dengan ‘Itban bin Malik al-Khazraji. Demikian juga setiap orang dari kalangan Muhajirin yang sekarang sudah banyak jumlahnya di Yathrib, sesudah mereka yang tadinya masing tinggal di Mekah menyusul ke Madinah setelah Rasul hijrah, dipersaudarakan pula dengan setiap orang dari pihak Anshar, yang oleh Rasul lalu dijadikan hukum saudara sedarah senasib dengan persaudaraan demikian ini persaudaraan kaum Muslimin bertambah kukuh adanya.
Kaum Anshar telah meninggalkan Mekah, dan bersama itu mereka tinggalkan pula segala yang mereka miliki, harta benda dan semua kekayaan. Sebagian besar ketika mereka memasuki Madinah sudah hampir tidak ada lagi yang akan dimakan, disamping mereka memang bukan orang berada dan berkecukupan selain Usman bin ‘Affan. Sedangkan yang lain sedikit sekali yang dapat membawa sesuatu yang berguna dari Mekah.
Pada suatu hari Hamzah paman Rasul pergi mendatanginya dengan permintaan kalau-kalau ada   yang dapat di makannya. Abdur-Rahman bin ‘Auf yang sudah bersaudara dengan Sa’d bin ‘r-Rabi ketika di Yathrib ia sudah tidak punya apa-apa lagi. Ketika Sa’d menawarkan hartanya akan dibagi dua, Abdur-Rahman menolak. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Dan disanalah dia mulai berdagang mentega dan keju. Dalam waktu tidak lama, dengan kecakapannya berdagang ia telah dapat mencapai kekayaan kembali, dan dapat pula memberikan mas-kwain kepada salah seorang wanita di Madinah.
Abu Bakar, Umar, Ali bin Talib dan lain-lain mereka terjun ke dalam pertanian, menggarap tanah milik orang-orang Anshar bersama-sama pemiliknya.
Disamping itu ada ada lagi segolongan orang-orang yang Arab yang datang ke Madinah dan menyatakan masuk Islam, dalam keadaan miskin dan serba kekurangan sampai-sampai ada diantara mereka yang tidak punya tempat tinggal. Bagi mereka ini oleh Muhammad disediakan tempat di selasar masjid yaitu shuffa bagian masjid yang beratap, sebagai tempat tinggal mereka.

  1. Perjanjiannya dengan Yahudi Menetapkan Kebebasan Beragama
Antara kaum Muhajirin dan Anshar dengan orang-orang Yahudi, Muhammad membuat suatu perjanjian tertulis yang berisi pengakuan atas agama merkea dan harta benda mereka, dengan syarat-syarat timbal balik.
Dokumen politik yang telah diletakkan Muhammad sejak seribu tiga ratus lima puluh tahun yang lalu dan yan telah menetapkan adanya kebebesan beragama, kebebasan menyatakan pendapat, tentang kesalamatan harta benda dan larangan orang melakukan kejahatan. Ia telah membuka pintu baru dalam kehidupan politik dan peradaban dunia pada masa itu. Dunia, yang selama ini hanya menjadi permainan tangan tirani, dikuasai oleh kekejaman dan kehancuran semata. Apabila dalam penandatanganan dokumen ini orang-orang Yahudi Banu Quraiza, Banu’n Nadzir dan Banu Qainuqa tidak ikut serta, namun tidak lama selang sesudah itu mereka pun mengadakan perjanjian yang serupa dengan Nabi.
Seluruh kota Madinah dan sekitarnya telah benar-benar jadi terhormat bagi seluruh penduduk. Mereka berkewajiban mempertahankan kota ini dan mengusir setiap serangan yang datang dari luar. Mereka harus bekerja sama antara sesama mereka guna menghormati segala hak dan segala macam kebebasan yang sudah disetujui bersama dalam dokumen ini.

Nama-Nama Artis Terpanas di Jepang


Siapa yang tidak kenal dengan artis porn Jepang,  Artis Porn Jepang yang terkenal dengan kecantikan dan  seksi yang sangat banyak menarik mata laki-laki di belahan dunia. Inilah Urutan Artis Porn Jepang yang terlaris pada saat ini:













 









 








 


11.  Nana






 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© 2009 MARI BERBAGI | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan