BATUAN SEDIMEN

LENGAYANG'S BLOG

on Kamis, Januari 26 | Kamis, Januari 26, 2012

    Batuan sedimen dinamakan juga batuan endapan adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil erosi. Sekita 80 % permukaan benua tertutup oleh batuan sedimen. Materi hasil erosi terdiri atas berbagai jenis partikel, yaitu ada yang halus, kasar, berat dan ada juga yang ringan. Cara pengangkutannya pun bermacam-macam seperti terdorong (traction), terbawa secara melompat-lompat (saltation), terbawa dalam bentuk suspensi, dan ada pula yang larut (salution).
    Klasifikasi batuan endapan bergantung pada kriteria yang dipakai. Berdasarkan proses pengendapannya, batuan sedimen dapat dibedakan atas batuan sedimen klasik, batuan sedimen kimiawi, dan batuan sedimen organik.

a. Batuan Sedimen Klasik
   Batuan sedimen klasik, adalah sedimen yang susunan kimianya sama dengan susunan kimia batuan asal. Artinya, batuan itu ketika diangkut hanya mengalami penghancuran secara mekanik dari besar menjadi kecil. Batu gunung yang membukit itu akibat pelapukan, hancur berkeping-keping. Kepingan itu diangkut air hujan, longsor atau berguling-guling di lereng dan masuk ke sungai. Arus sungai membanting-banting batu itu sehingga menjadi kerikil, pasir dan lumpur yang kemudian mengendapkannya di tempat baru. Ada juga yang disebut batuan sedimen non klasik dibedakan atas dasar komposisinya. Sedimen non klasik yang utama adalah batu gamping dan dolomit. Batuan non klasik sebagai hasil evaporit (menguap) antara lain batuan garam, denhidrit dan gipsum sedangkan dari unsur organik ialah batubara.

b. Batuan Sedimen Kimiawi
  Jika dalam endapan tersebut terjadi proses kimia, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya, hasilnya dinamakan batuan sedimen kimiawi, contohnya hujan di gunung kapur. Air hujan yang mengandung CO2 meresap ke dalam retakan halus (diaklas) pada batu gamping (CaCO3)2¬. Aliran larutan kapur itu akhirnya sampai ke atap gua kapur. Tetesan air kapur itu membentuk Stalaktit di atap gua dan stalagmit di dasar gua. Terjadi stalaktit akibat pelarutan dan penguapan H2O dan CO2 pada waktu air kapur menetes. Kedua bentukan sedimen kapur tersebut disebut batuan sedimen kimiawi.

c.  Batuan Sedimen Organik
  Batuan Sedimen Organik, terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa, rumah atau bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, terumbu karang, tulang belulang, kotoran burung goano yang menggunung di Peru, lapisan humus di hutan, dan sebagainya.

    Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi empat golongan yaitu sebagai berikut :
  1. Batuan Sedimen Aerik atau Aeolis, pengangkutannya oleh angin. Contoh : tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.
  2. Batuan Sedimen Glasial, pengangkutannya oleh es. Contoh : Moraine.
  3. Batuan Sedimen Aquatik, pengangkutannya dibantu oleh air yang mengalir.
  4. Batuan Sedimen Marin, pengangkutannya oleh tenaga air laut.



/[ 0 komentar Untuk Artikel BATUAN SEDIMEN]\

Poskan Komentar

Yang Mau Kasih Saran dan Kritikan Atau Ada Yang Bingung Untuk Cara Download Silakan Koment di Bawah ini... Terima Kasih Kunjungannya